Memiliki lingkungan tempat tinggal yang asri, bersih, dan harmonis tentu jadi impian kita semua. Namun, kenyamanan ini hanya bisa terwujud jika kita saling menghormati batas properti dan hak milik masing-masing.
Bagaimana cara sederhananya? Simak poin-poin berikut!
1. Jemuran & Barang Pribadi: Cukup di Area Kita Sendiri
Pemandangan jemuran atau tumpukan barang di halaman depan, balkon, jendela, hingga area atap tentu bisa mengurangi estetika rumah. Apalagi untuk Anda yang tinggal di rumah sudut (hook) dengan lebih dari satu akses jalan. Mari pastikan seluruh barang pribadi dan jemuran berada di dalam area properti sendiri dan tidak terlihat dari luar. Rumah yang tertata rapi tidak hanya enak dipandang, tapi juga mencerminkan kepedulian kita terhadap kenyamanan lingkungan.
2.
Bebaskan Trotoar & Pilah Barang Tak TerpakaiSering melihat barang rusak atau pot tanaman menumpuk di area
verges? Selain mengganggu, penumpukan ini membuat lingkungan berkesan kumuh. Jika ada barang-barang yang sudah tidak terpakai, pertimbangkan untuk menyumbangkannya atau didaur ulang. Hindari memanfaatkan trotoar atau area umum di luar batas properti sebagai tempat penyimpanan pribadi.
3.
Renovasi Tanpa Ganggu Tetangga & Aturan Sisa PuingSaat merenovasi rumah, mohon untuk tidak menumpuk sisa bahan bangunan atau sampah puing di area umum.
Sesuai tata tertib hunian:
• Pengangkutan Puing: Seluruh sisa puing wajib diangkut keluar dari kawasan Lippo Village - baik oleh Anda sendiri maupun kontraktor yang ditunjuk - dengan biaya ditanggung pemilik properti.
• Dilarang Membakar Puing: Pembakaran puing atau sampah jenis apa pun sangat dilarang karena berisiko memicu bahaya dan dapat dikenakan sanksi.
4. Lahan Kosong Bukan Milik Bersama
Merasa lahan kosong di sebelah rumah sedang tidak terpakai? Ingat, lahan tersebut tetap milik orang lain. Jika berniat menggunakannya sementara (misalnya untuk menaruh material saat pembangunan), wajib meminta izin terlebih dahulu kepada pemiliknya. Jangan menanam di lahan kosong tanpa izin dari pemilik. Hargai dan pahami apabila pemilik lahan belum bisa memberikan izin.
Dengan saling peduli pada hal-hal kecil di atas, kita tidak hanya menjaga nilai estetika Lippo Village, tapi juga menciptakan suasana bertetangga yang makin hangat dan menyenangkan setiap hari!